Tampilkan postingan dengan label 4 Bintang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 4 Bintang. Tampilkan semua postingan

16 Mei 2018

review: Langit Untuk Luna


Judul: Langit Untuk Luna
Penulis: Irena Tjiunata
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 344 hal
ISBN:978-602-03-0097-9

Rating: 4/5 bintang

--------
Luna bisa dikategorikan sebagai remaja yang beruntung. Ia memilik otak cerdas yang membuatnya berada di kelas akselerasi, prestasi yang membanggakan, keluarga dengan latar belakang ekonomi berkecukupan, teman-teman yang setia dan pacar idaman gadis-gadis lain, Surya.

Luna merasa hidupnya sudah sempurna. Hingga kemudian perusahaan keluarganya terancam masalah dan hanya Surya yang dapat membantunya. Namun, Surya menjadi seseorang yang tidak lagi Luna kenali. Saat itulah Angkasa, seorang artis serta kakak kelas yang baru saja pindah ke sekolahnya muncul dan menjadi sosok yang sangat memahaminya. Tapi, Luna harus membuat pilihan sulit dalam hidupnya, antara bahagia dan berkorban.

07 Mei 2018

review: Touché—Rosetta (Touché #3)


Judul: Touché—Rosetta
Seri: Touché #3
Penulis: Windhy Puspitadewi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 200 halaman
ISBN: 9786020351162

Rating: 4/5 bintang

--------

Edward Kim memiliki kemampuan untuk memahami semua tulisan dalam bahasa apa pun meski dirinya belum pernah mendengar bahasa tersebut atau bahkan bahasa tersebut telah mati. Ia bisa memahami tulisan tersebut melalui sentuhan. Namun, kemampuannya hanya bisa digunakan pada tulisan yang ditulis langsung dengan tangan, bukan hasil cetakan atau berbentuk digital. Karena kemampuannya, Edward direkrut oleh Profesor Fisher di British Museum untuk membaca dan menerjemahkan berbagai prasasti dan naskah kuno. Alasan kuat Kim mau melakukannya adalah adanya imbalan yang didapat dari kemampuannya. 

27 November 2016

review: Misteri Organisasi Rahasia The Judges (Omen #3)


Judul: Misteri Organisasi Rahasia The Judges
Seri: Omen #3
Penulis: Lexie Xu
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 312 halaman
Terbit: September 2013
ISBN: 978-979-22-9822-2

Rating: 4/5 bintang

----------

Sebuah organisasi rahasia yang menamai diri "The Judges" mengadakan seleksi rahasia untuk para calon anggotanya. Tidak diketahui siapa saja anggota dari organisasi tersebut. Yang diketahui hanyalah organisasi ini selalu memiliki enam anggota dari sebuah angkatan dan hanya memiliki dua belas anggota karena para anggota hanya terdiri dari anak-anak kelas X dan XI. Menurut kabar yang beredar, organisasi ini mengendalikan seluruh sekolah mulai dari masalah infrastruktur sampai guru. Calon anggota yang dipilih adalah anak-anak kelas X yang paling cerdas dan berbakat yang ada di SMA Harapan Nusantara. Ada sepuluh anak yang diundang mengikuti seleksi, dan hanya enam yang akan terpilih menjadi anggota "The Judges". Seleksi selalu diadakan pada malam hari dan secara rahasia.

Erika, Valeria dan Rima termasuk dalam sepuluh anak kelas X yang mendapat undangan untuk menjadi anggota "The Judges". Pada malam seleksi pertama, seorang calon anggota dianiyaya secara brutal menggunakan paku pada bagian tubuh yang merupakan pendukung kemampuan yang dimiliki. Kejadian itu tidak hanya terjadi pada hari pertama, melainkan hari-hari selanjutnya selama seleksi.

17 November 2016

review: Tujuh Lukisan Horor (Omen #2)


Judul: Tujuh Lukisan Horor
Seri: Omen #2
Penulis: Lexie Xu
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 424 halaman
Terbit: Juni 2013
ISBN: 978-979-22-9664-8

Rating: 4/5 bintang

----------

Setelah kasus yang menimpa Erika, Valeria dan Erika menjadi dekat dan membentuk duo detektif. Tugas pertama mereka sebagai duo detektif datang langsung dari Bu Rita—Kepala Sekolah SMA Harapan Nusantara. Bu Rita mendapat surat ancaman bahwa algojo dari ketujuh karya Rima Hujan akan keluar dari lukisan dan membalaskan dendam korban insiden tahun lalu. Algojo tersebut akan menghukum para penjahat penyebab tragedi tahun lalu sesuai dengan lukisan-lukisan Rima. Di saat yang bersamaan, secara berurutan lukisan Rima mendapat tambahan gambar korban yang akan mendapat perlakuan dari algojo sesuai dengan lukisan Rima.

Ada tiga insiden yang terjadi tahun lalu, tepat sebelum Valeria dan Erika masuk ke SMA Harapan. Pertama, kematian seorang gadis—yang diketahui bernama Reva—karena jatuh ke kolam renang yang sedang kering karena dibersihkan. Kedua, pencurian uang amal dari ruangan Kepala Sekolah oleh Andra dan geng motornya yang kemudian menyebabkan seorang satpam terluka. Dan ketiga, kematian seorang murid baru—bernama Indah secara misterius. Banyak yang bilang bahwa kematian Indah disebabkan karena dia bunuh diri walau tidak diketahui apa sebab serta kebenarannya.

31 Oktober 2016

review: Touché (Touché #1)


Bahkan dia selalu berusaha tersenyum. Anehnya, Riska selalu menangis setiap kali menyentuh mamanya, apalagi Riska juga selalu menjawab “tidak tahu” setiap kali ditanya apa yang terjadi. Sampai akhirnya, setelah cukup lama didesak, dia mengatakan, “Karena kata tanganku, Mama sedih.” Saat itulah Mama sadar akan kemampuan Riska. —hal. 17


Judul: Touché
Seri: Touché #1
Penulis: Windhy Puspitadewi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 204 halaman
Tahun cetak: Juni 2014—keenam (Pertama: Mei 2011)
ISBN: 978-602-03-0363-5

Rating: 4/5 bintang

----------

Riska mempunyai sebuah kemampuan aneh yang hanya diketahui oleh Riska dan Mamanya. Riska bisa merasakan perasaan yang dirasakan seseorang hanya dengan bersentuhan. Suatu hari, sekolah Riska kedatangan guru pengganti bernama Pak Yunus. Sejak kedatangan Pak Yunus, kehidupan Riska mulai berubah. Riska bertemu dengan Dani dan Indra, dua orang laki-laki yang bersahabat meski sangat berbeda. Dani adalah juara kelas sedangkan Indra adalah atlet judo kebanggaan sekolah.

Kehadiran Pak Yunus membuat Riska mengetahui bahwa dirinya adalah Touché—dibaca tusye—sebutan untuk orang-orang yang memiliki kemampuan merasakan sesuatu lewat sentuhan. Riska juga menyadari, tidak hanya dirinya yang bisa merasakan sesuatu lewat sentuhannya, Dani, Indra bahkan Pak Yunus pun juga bisa. Hanya saja kemampuan mereka tidak sama seperti Riska yang dapat merasakan perasaan orang lain. Dani memiliki kemampuan dapat menyerap informasi di dalam buku yang dia sentuh, Pak Yunus dapat memainkan alat musik dengan mengikuti memori dalam alat musik tersebut dan Indra dapat membaca pikiran orang lain hanya dengan bersentuhan.

21 Oktober 2016

review: First Time in Beijing (Setiap Tempat Punya Cerita #3)


Namun, bukan itu yang membuatku gelisah. Melainkan sesuatu tentang sikap Daniel. Sikapnya saat bicara, saat menatap, juga saat sesekali memberi perhatian kecil yang selama ini tak pernah ia lakukan padaku.


Judul: First Time in Beijing
Seri: Setiap Tempat Punya Cerita #3
Penulis: Riawani Elyta
Penerbit: Bukune
Tebal: 352 halaman
Tahun cetak: April 2013—pertama
ISBN: 978-602-220-099-4

Rating: 4/5 bintang

----------

Lisa pindah ke Beijing setelah Ibunya meninggal dan tinggal bersama Ayahnya yang sudah lama berpisah dengan Ibunya. Ayah Lisa sudah memiliki keluarga baru bersama seorang wanita bernama Vivian. Di Beijing, Ayahnya memiliki sebuah restoran yang menyajikan berbagai menu makanan Asia termasuk Indonesia bernama Restoran Shan. Lisa yang sebelumnya tidak pernah memasak dipaksa ayahnya untuk memasak karena kebetulan Restoran Shan baru saja kehilangan salah satu juru masaknya. Ayah Lisa berharap suatu saat Lisa bisa melanjutkan Restoran Shan.

Pekerjaannya sebagai juru masak di restoran Ayahnya membuat Lisa bertemu dengan Daniel—salah satu juru masak handal Restoran Shan—dan Alex—pemuda dari Indonesia yang sudah menyelesaikan studinya di Beijing dan mengisi waktu sisa visanya dengan bekerja paruh waktu sebagai tour guide. Bersama Daniel, Lisa banyak belajar memasak dan berbahasa, sedangkan dengan Alex, Lisa banyak mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di negara Cina.

31 Agustus 2016

review: Camar Biru


Sambil membayangkan itu semua, gue jadi sadar, bahwa Adith adalah orang paling berpengaruh dalam kehidupan gue, yang kehadirannya selalu gue butuhkan, yang kekonsistenannya selalu membuat gue tenang. Itu semua yang menjadikannya orang paling penting, karena gue tahu, dari semua orang yang ada, dia satu-satunya yang memutuskan untuk tetap tinggal.


Judul: Burung Camar
Penulis: Nilam Suri
Penerbit: Gagasmedia
Tebal: 288 halaman
Tahun cetak: 2013—kedua (pertama:2012)
ISBN: 978-979-780-603-3

Rating: 4/5 bintang

***

Nina dan Adith mengikat janji mereka ketika mabuk dengan lambang burung camar dari kertas. Saat itu Nina bertanya pada Adith bagaimana jika tidak ada laki-laki yang mau dengannya. Adith pun membuat janji pada Nina jika sepuluh tahun mendatang Nina belum menikah, maka Adith akan menikahinya. Sepuluh tahun dari janji itu dibuat, Nina belum juga menikah, dan mereka memutuskan menepati janji mereka.

02 Juni 2016

review: Last Minute in Manhattan (Setiap Tempat Punya Cerita #1)


Vesper menggeleng. Lagi-lagi, dia tersenyum dengan bibir terkulum. "Aku rasa…, aku menyukaimu, Cally."


Judul: Last Minute in Manhattan
Seri: Setiap Tempat Punya Cerita #1
Penulis: Yoana Dianika
Penerbit: Bukune
Tebal: 408 halaman
Tahun cetak: 2013—ketiga (Pertama: 2012)
ISBN: 978-602-220-083-3

Rating: 4/5 bintang

*** 

Callysta tidak menyangka bahwa kekasihnya Abram selingkuh di belakangnya. Bahkan, Abram berselingkuh dengan anak tiri ibu kandung Callysta. Meski Callysta sudah tahu semuanya, Abram tetap bersikeras untuk meyakinkan Callysta bahwa dirinya hanya mencintai Callysta. Ditengah rasa sakit hatinya, Papa memperkenalkan Callysta dengan Sophie, calon ibu barunya serta Mark, calon adik tirinya.

Papa Callysta yang mengerti kekalutan Callysta menyarankan agar Callysta menetap sementara bersama Sophie dan Mark di Hermosa Beach, California. Callysta menerima ide Papanya sebagai bagian dari melarikan diri dari Abram serta usahanya untuk menata kembali hatinya—sekaligus langkah awal untuk menyesuaikan diri dengan ibu dan adik barunya tersebut.